Angsa Teritip yang Setia

Angsa dari Samudera Artik
Angsa teritip adalah angsa berwarna hitam putih dari belahan Bumi Utara. Nama latinnya Branta leucopsis. Binatang yang berkembang biak di Greenland, Svalbard Island, dan pulau-pulau lain di Samudera Artik itu, di tempat asalnya disebut barnacle goose. Di pulau-pulau itu, angsa teritip membangun sarang di tebing gunung karang yang terjal, agar terhindar dari pemangsa. Rubah dan beruang kutub adalah pemangsa utama mereka. Tebing gunung memang tempat yang aman. Namun sayang, di situ tidak ada makanan untuk anak-anak mereka yang baru menetas. Padahal, induk angsa tidak biasa memberi makan anak-anaknya. Biasanya, induk angsa akan mengarahkan anak-anaknya meninggalkan sarang dan mencari makanan sendiri. Anak-anak angsa yang belum bisa terbang itu harus melompat-lompat menuruni tebing. Nah, suara cericip mereka mengundang rubah datang. Banyak anak angsa yang jatuh dari tebing. Mereka luka parah, bahkan ada yang sampai mati. Namun, ada juga yang selamat. Mereka bisa selamat karena ukuran tubuh mereka kecil, ringan, dan berbulu. Jadi, ketika terjatuh, tubuh mereka tidak terhempas. Anak-anak angsa yang jatuh dan mati itu jadi mangsa rubah. Sedangkan anak angsa yang selamat, dibimbing induknya ke tempat makanan berupa tempat basah.

Migrasi Berkelompok

Angsa teritip hidup berkelompok. Menjelang musim dingin tiba, mereka bermigrasi atau berpindah tempat. Mereka terbang berkelompok menuju tempat yang lebih hangat, yaitu Skotlandia, Irlandia, Estonia, Finlandia, Denmark, Swedia, dan Belanda. Mereka terbang secara teratur agar semua anggota kelompok terlindungi. Biasanya mereka membentuk huruf  V. Setiap kelompok memiliki pemimpin yang terbang paling depan. Anggota kelompok akan mengeluarkan suara khas untuk memberi semangat pada pemimpinnya. Bila pemimpin merasa lelah, sang pemimpin akan berbalik terbang ke belakang dan digantikan oleh anggota lainnya. Bila ada anggota kelompok yang sakit atau tertembak hingga luka, 2 ekor angsa akan turun. Mereka akan menemani yang luka itu sampai sembuh atau mati. Setelah itu, barulah mereka terbang menyusul kelompoknya. Hmm, ternyata angsa teritip itu sangat setia pada kawan.


0 komentar:

Posting Komentar