Tanaman Hibrida
Pohon kelapa matag adalah hasil hibrida (hasil
pencampuran 2 jenis tanaman yang berbeda). Kelapa matag merupakan hasil
penyerbukan silang antara kelapa malayan red dwarf (MRD) atau malayan yellow
dwarf (MYD) yang berasal dari Malaysia dengan kelapa tagnanan yang berasal dati
Filipina. Dari pohon kelapa tagnanan diambil benang sarinya. Kemudian,
dilakukan penyerbukan pada putik pohon kelapa MRD/MYD. Nah, dari penyerbukan
itu tumbuh kelapa matag. Nama matag adalah gabungan dari nama malayan
red/yellow dwarf dan tagnanan. Pohon kelapa matag memiliki sifat-sifat baik
dari kedua induknya. Dari kelapa tagnanan, ia mewarisi buah dan lingkar batang
yang besar. Sedangkan dari pohon kelapa MRD/MYD, ia mewarisi batang pohon yang
pendek, cepat berbuah, dan buahnya lebat.
Pada 1 batang pohon kelapa matag, bisa terdapat 4-5
manggar (kelompok buah), yang masing-masing berisi 15-17 butir kelapa. Pohon
kelapa ini berbuah rata-rata 8 kali setahun. Seperti kelapa pada umumnya,
kelapa matag diambil daging, air, batok, dan sabutnya. Saat sedang berbuah,
pohon kelapa matag ini akan terlihat cantik. Pohonnya pendek, buahnya lebat.
Siapapun yang melihatnya, akan tergoda memetiknya. Nah, karena kecantikannya
itu, pohon kelapa matag juga biasanya dijadikan tanaman hias.
Tak Bisa Dibibitkan
Sebagai tanaman
hibrida, buah kelapa matag tidak bisa dijadikan bibit. Sebab, bibit yang
berasal dari kelapa matag akan tumbuh seperti induknya, MRD/YRD atau tagnanan.
Pohon kelapa matag hanya bisa dihasilkan dengan penyerbukan langsung. Memang
perlu waktu sekitar 16 bulan sejak penyerbukan hingga menjadi bibit. Lalu,
perlu waktu 3 tahun sejak bibit ditanam hingga
pohon berbunga. Kemudian, buahnya baru bisa dipanen setahun kemudian.

0 komentar:
Posting Komentar